Dersik kala senja bagaikan kidung semesta yang menyentuh perasaan. Bersamaan dengan suara rintik hujan, embusannya menerpa dedaunan, menjatuhkannya hingga membentuk sebuah simfoni keindahan. Pelan, menerpa dan membelai lengan telanjangku melalui jendela yang sengaja kubuka lebar. Kupejamkan mata seraya menikmati lembut sentuhannya. Dingin. Berbanding terbalik dengan hatiku yang menghangat, suasana di luar sungguh dingin. Setelah seharian mendung menggelayuti, sore ini langit menumpahkan tangisnya. Hingga senja ia masih terus menyapa bumi dengan kesedihannya. Tak ada pendar indah matahari terbenam. Bola api raksasa yang kerap menemaniku di waktu senja enggan menampakkan diri. Sebagai gantinya, kabut tipis turun menyebar di atas hamparan perkebunan teh. Eksotis dan misterius, mengingatkan

