Aile turun dari motor milik Meka dan melepas helm dari kepalanya lalu menyerahkan benda itu pada Meka. Langit sudah benar-benar gelap. Hujan yang tadi deras kini hanya meninggalkan jejak-jejaknya di bumi. “Thanks udah mau nganterin gue, Ka,” ucap Aile. Meka menerima helm itu dari tangan Aile dan menggantungnya di hook motor. “It’s okay. Gue emang udah seharusnya nganter lo sampai rumah. Btw, bokap nyokap lo ada di dalam?” “Um iya.” “Oh, oke. Gue pulang dulu kalau gitu.” Meka menyalakan kembali mesin motornya. “Hati-hati di jalan, ya. Sekali lagi, thanks, Meka!” seru Aile, tetap berdiri di sana sampai Meka tak terlihat lagi di pandangannya. Gadis itu akhirnya berbalik masuk ke rumahnya. Rasanya lega sekali ia bisa kembali ke rumahnya setelah terjebak hampir tiga jam di rumah Meka. Ti

