Gw ketakutan sendiri di kamar. Mungkin posisi tiduran gw kaya mayat, tangan dilipet di atas perut, kaki lurus, pandangan lurus kedepan. Wajah Papa terbakar diingatan gw, dan selalu muncul disaat-saat yang tidak di inginkan. Apa di dunia ini hanya gw yang tau kalo Papa begitu? Rasanya gw... Sangat kesepian. Gw ga punya siapa-siapa untuk meminta perlindungan sekarang. Disaat itulah, gw mendengar ketukan di balcony gw. Gw yang masih sawan langsung tersentak, duduk mundur sambil melihat jendela. Karena cahaya bulan, orang ini cuma keliatan siluetnya. Pria, 1 orang, ga tinggi-tinggi amat, nunggu gw buka. HELL NO Gw langsung mengambil bat dibawah kasur gw, kemudian mengayunkannya sebagai ancaman. Orang itu langsung angkat tangan. Yang satu membentuk lingkaran, terus telunjuknya masuk

