Dua: Rumah Sakit

1307 Kata
''New Arrived' adalah dua kata yang disematkan oleh karyawan butik di deretan gaun. Seorang wanita mengenakan seragam terlihat sedang menggantung beberapa pakaian di barisan depan. Wanita itu menyukai gaun yang merupakan koleksi terbaru di butik tempatnya bekerja. Petugas butik mencoba melihat sekilas harga gaun itu. "Wah, mahal sekali," kata wanita itu. Wanita itu dengan lesu memajang kembali gaunnya. Kemudian wanita itu menata ulang pakaian baru yang baru saja tiba. Beberapa pakaian dipajangnya di manekin. "Cepatlah. Kami akan segera membuka toko." Seorang wanita datang untuk memberikannya kepada karyawan butik. Masih jam delapan pagi, biasanya butik akan buka pada jam 9 pagi bertepatan dengan pembukaan mall ini. Sebenarnya butik ini beroperasi di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota ini. Hari ini staf butik sedang sibuk menata pakaian yang baru saja datang. Mereka harus memajang semua pakaian baru dengan cepat untuk menarik perhatian pembeli. Apalagi sekarang menjelang Natal dan Tahun Baru, "Selamat pagi, Tuan Weasley." Sapa salah seorang karyawan butik itu kepada seorang pria yang baru saja memasuki butik itu. Karena mal tersebut belum dibuka untuk umum, hanya karyawan toko yang boleh masuk ke dalam mal. Jadi, Tn. Weasley bukanlah salah satu calon pembeli. "Sepertinya kalian sibuk," kata pria itu. “Iya, soalnya minggu ini kami banyak yang pesan baju buat dijual di butik ini.” Jawab salah satu penanggung jawab butik ini. "Baiklah kalau begitu, karena kalian semua sibuk, saya akan mencari karyawan di toko lain saja." Pria itu terlihat meninggalkan butik tersebut. "Berapa banyak orang yang Anda butuhkan, Tuan Weasley?" Wanita itu mulai bertanya, mungkin salah satu karyawan di tempatnya bisa membantu. "Hanya satu orang yang ku butuhkan." Jawab Tuan Weasley. "Baiklah, pekerjaan apa yang mereka berikan padamu, Tuan Weasley?" Tanya wanita itu mulai penasaran. "Saya butuh seseorang yang bisa menghias pohon Natal di tengah-tengah mal ini. Dan juga bisa membagikan hadiah." Ucap Mr. Weasley sambil melihat ke arah setiap karyawan yang sedang bekerja. "Kalian dengar itu? Jadi, siapa yang mau melakukannya?" Pertanyaan wanita itu langsung menghentikan pekerjaan semua karyawan butik. Tidak ada yang melamar pekerjaan itu. Mereka tahu bahwa pekerjaan itu akan menyita waktu istirahat mereka. "Kalian akan diberi uang untuk pekerjaan ini." Tuan Weasley menjelaskan sambil menatap wajah-wajah karyawan perempuan itu satu per satu. Hanya satu wanita yang mengangkat tangannya. Lalu wanita itu berjalan menuju tempat Tuan Weasley berdiri. "Saya akan menerima pekerjaan ini." Kata pelayan butik itu dengan percaya diri. Wanita itu benar-benar ingin membeli gaun mahal itu, mungkin dengan pekerjaan ini dia bisa membelinya. "Baiklah, setelah kau menyelesaikan pekerjaanmu, datanglah ke ruangan ku untuk mengambil kostummu." Tuan Weasley menatap wanita yang sedang berbicara kepadanya. “Kostum?” tanya wanita itu bingung. "Ya, tentu saja kau harus mengenakan kostum Santarina saat kau menghias pohon Natal dan saat kau membagikan hadiah." Jawab Tuan Weasley. Seketika wajah wanita itu tercengang. *** "Silakan duduk di sini, Tuan Louise." Ucap seorang perawat wanita kepada pasien yang baru saja memasuki ruangan. "Ini hasil pemeriksaan laboratorium tuan ini." Perawat perempuan itu meletakkan beberapa lembar kertas di atas meja di depan tempat lelaki itu duduk. "Hasil pemeriksaan medismu, semuanya berjalan baik. Hasil tes darahmu juga bagus. Tidak ada masalah dengan tubuhmu." Pria paruh baya itu memberikan penjelasan sambil membaca kertas di tangannya. Pria itu hanya mendengarkan dengan saksama penjelasan pria yang berprofesi sebagai dokter itu. Setelah itu, ia menaruh kertas itu di atas meja. Pria yang mengenakan jas putih itu mulai menulis sesuatu di atas kertas. Dan kemudian dia merobek kertas yang ditulisnya sebelumnya. "Itu hanya vitamin untuk Anda. Jika Anda selalu menjaga pola hidup sehat, maka Anda tidak perlu mengonsumsi obat-obatan lagi." Katanya sambil memberikan selembar kertas yang telah disobeknya tadi kepada lelaki yang duduk di hadapannya. "Baiklah, Dr. Drey. Saya akan mendengarkan saran Anda." Kata pria itu sambil mengambil kertas berisi resep obatnya. "Apakah Anda memiliki keluhan? Misalnya, ada sedikit rasa nyeri." Dokter bertanya kepada pasiennya. "Saat ini tidak ada, Dok." Jawabnya sambil menyentuh dadanya. Dokter itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia mengerti apa yang dimaksud pasiennya. "Anda harus segera pergi ke rumah sakit jika Anda merasa sakit." Saran dokter kepada pria itu. "Baiklah. Saya akan melakukannya." Kata lelaki itu. "Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?" Tanya dokter. "Tidak. Terima kasih, Dr. Drey." Ucap pasien itu lalu berdiri dari kursinya. "Silakan ikuti saya." Perawat perempuan itu membawa pria yang berdiri itu. Pria itu tahu bahwa ia harus berkonsultasi dengan dokter. Ia melangkah mendekati perawat wanita itu. Perawat perempuan membuka pintu dan berjalan keluar menuju bagian administrasi. Sebelum pasien laki-laki itu keluar dari ruangan, tiba-tiba ia mendengar namanya dipanggil. "Tuan Louise!" Dr. Drey memanggil nama pasiennya. Tuan Louis menoleh ke arah Dr. Drey. Ternyata Dr. Drey sedari tadi berdiri sambil menata kertas-kertas di mejanya. "Ya, Dr. Drey. Ada apa?" tanya pria itu menanggapi panggilan dokter. "Saya rasa Anda hanya perlu enam bulan sekali untuk konsultasi dengan saya. Jadi Anda tidak perlu datang ke sini sebulan sekali lagi." Dr. Drey berbicara tanpa melihat ke arah pria itu, ia mengutip beberapa kertas di mejanya. "Tapi, Dr. Drey, hmm, menurutku itu bukan ide yang bagus." Pasien laki-laki itu mulai memutar otak untuk menolak permintaan Dr. Drey. Dia tahu Dr. Drey berkata seperti itu karena dia bosan menemuinya setiap bulan. Dan itu karena dia sangat sibuk dengan pasien lain. Dr. Drey adalah seorang dokter spesialis jantung yang terkenal di kota ini. Bahkan untuk berkonsultasi dengannya saja sangat sulit. Itu karena Dr. Drey memiliki jadwal operasi yang padat. "Ya, saya rasa begitu. Sampai jumpa enam bulan lagi, Tuan Louise." Pria berjas putih itu dengan sopan mengusir pasiennya, lalu menekan tombol pada sesuatu di mejanya. Tak lama kemudian pintu terbuka dan seseorang yang merupakan pasien Dr. Drey memasuki ruangan. Pria itu berjalan keluar menuju bagian administrasi. "Silakan duduk, Tuan Louise. Nanti bagian administrasi akan memanggil nama Anda." Perawat wanita yang telah menunggu Tuan Louise berbicara kepada pria yang baru saja keluar dari kamar Dr. Drey. "Christopher Louise!" Suara seorang wanita terdengar melalui pengeras suara. Tiba-tiba laki-laki yang namanya dipanggil itu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja administrasi yang dipisahkan oleh pembatas. Dia memberinya kartu untuk membayar tagihan. Setelah selesai, pria itu mengambil bungkusan plastik berisi beberapa vitamin yang telah diresepkan oleh Dr. Drey. Ia mengintip ke dalam kantong plastik itu. Ada beberapa botol vitamin yang tertampung di dalam bungkusan plastik itu. Sambil berjalan ia mengeluarkan salah satu botol vitamin itu. Kemasan botol vitamin itu bertuliskan Vitamin B12. Setelah selesai membaca tulisan di botol, ia memasukkannya kembali ke dalam kantong plastik. Karena kurang hati-hati, botol vitamin itu pun terjatuh. Akibatnya, botol tersebut terjatuh dan menggelinding. Melihat hal tersebut, pria tersebut pun mengikuti arah botol tersebut. Akhirnya botol tersebut berhenti berputar dan pria tersebut pun segera mengambil benda tersebut. "Anda tidak perlu khawatir, dokter pasti akan berusaha menyembuhkan Anda." Terdengar suara seorang pria yang tengah berbicara dengan salah satu pasien di rumah sakit ini. Lelaki itu mencari sumber suara itu. Ia melihat ada dua orang sedang berbicara. Salah satu dari mereka sedang duduk dan yang satunya lagi berdiri membelakangi lelaki itu. "Saya tidak yakin tentang itu" Jawaban dari salah satu dari mereka berdua. Ternyata pria yang berdiri itu adalah seorang perawat pria. Itu karena pria yang sedang berdiri itu mengenakan pakaian yang sama dengan perawat wanita yang bersama dengan Tn. Louise tadi. Sementara orang yang duduk adalah pasien perempuan. Ada tiang infus tergantung di kursi wanita itu. Ternyata wanita itu sedang duduk di kursi roda. Rupanya dia ada di sini, pikir Tn. Louise. Karena merasa familiar dengan pria yang berdiri di sana, Tn. Louise berjalan mendekati orang itu. Sudah lama Tn. ingin sekali bertemu dengan perawat pria itu, tapi ia tidak pernah tahu dimana keberadaannya. "Akhirnya aku menemukanmu." Ucap Tuan Louise sambil menepuk bahu perawat laki-laki itu. Karena seseorang menepuk bahunya, perawat laki-laki itu menoleh ke tempat Tuan Louise berdiri. Hal itu membuat Tuan Louise terkejut setelah melihat wajah perawat laki-laki itu. "Ada perlu apa Anda mencari saya?" tanya perawat laki-laki itu dengan sopan. *Continued*
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN