CEO TAMPAN DAN GADIS MISKIN 131. ** Air wajah Zia berubah melihat Ahmad sedang bersama perempuan bercadar. Hati Zia rasanya diiris sembilu. Ahmad tersenyum pada perempuan di sampingnya. Dia lalu mengangguk dengan lemah lembut berkata. "Ambil dan pilih saja yang mana yang kamu suka. Bukankah ini adalah untuk hari bahagiamu." "Makasih, Bang." Mendengar ucapan mereka berdua hati Zia rasanya sakit. Mengapa ada yang menaruh bawang di sekitar matanya. Sakit tak berdarah hingga sampai ke sumsum tulang. Itulah rasa sakit yang sesungguhnya. Ahmad melirik kearah Zia. Melihat wajah wanita itu berubah drastis. Lelaki itu menjadi heran. "Apakah dia istrimu?" tanya Zia dengan suara bergetar. Ahmad mendadak kembali kesadarannya. Dia melirik perempuan bercadar yang juga memasang wajah kebi

