CEO TAMPAN DAN GADIS MISKIN 5
"Apa maksudmu? Siapa yang mau bekerja denganmu. Cepat kembalikan buku harian ku!" bentak Karina kesal tetapi Andrew hanya tersenyum melihat kekesalan-kekesalan di wajah Karina.
Sepertinya menyenangkan mengganggu orang seperti Karina.
"Lebih baik kau bekerja denganku bibi daripada kau mengais recehan di tengah jalan. Kau hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga biasa kok, tidak perlu kepanasan dan diusir usir orang lagi," ujar Andrew sembari menahan tawanya melihat ekspresi wajah Karina.
"Apa? Bibi? Aku bukan pembantu. Aku tidak sudi bekerja denganmu!" Protes Karina ketus.
"Kenapa kau marah ku panggil bibi, toh penampilanmu memang sangat mirip bibi bibi yang tinggal di pesisir pantai menunggu suaminya pulang membawa ikan," gurau Andrew sambil terkekeh membuat Karina makin gusar ingin menampar mulut sialannya.
"Kenapa kau harus repot-repot sih mengatur pakaianku. Kau juga tidak dirugikan dan berhentilah menghinaku!"
Emosi Karina sudah di ubun-ubun.
"Bukan begitu penampilanmu sangat mengganggu pemandangan. Apa kau tidak punya uang untuk membeli baju. Aku lupa uangmu kan hanya recehan saja," kata Andrew kembali mencela Karina. Karina sudah tidak tahan lagi dihina seperti itu.
"Sudah cukup kau menghinaku. Apa menghina orang lain akan membuatmu bahagia? Cepat kembalikan buku harian ku dan aku akan melupakan semuanya penghinaan mu kepadaku," tutur Karina mulai lelah.
"Bagaimana bila aku tidak bersedia mengembalikannya?"
"Mengapa tidak? Itu milikku, berarti kau sama saja seperti mencuri
dari orang lain. Ya sudah aku capek berdebat denganmu. Terserah kau, aku pergi."
Karina hendak beranjak pergi meninggalkan Andrew. Namun, belum terlalu jauh Andrew berkata.
"Bagaimana ya jadinya bila buku ini viral? Kau akan jadi terkenal semua orang bisa membaca buku harian mu dan mungkin juga kau akan kehilangan pelanggan mu karena mereka menganggap kau aneh. Bisa dibayangkan tidak hal itu terjadi?" kata Andrew membuat langkah Karina terhenti.
"Apa maksudmu?"
"Buku harian ini akan aku masukkan ke internet dan akan aku buat viral supaya kamu jadi terkenal, semua orang akan menganggap kau aneh dengan tulisan tulisan aneh yang kau buat. Bisa dibayangkan nggak, sih, perempuan sudah jatuh cinta yang ke tujuh kali namun selalu cinta sendiri."
Andrew tersenyum sinis melihat ke arah Karina.
"Kau sungguh jahat. apa sih mau mu?"
Karina merasa kesal bahkan sangat kesal dengan ulah pria di depannya yang tidak berprikemanusiaan.
"Aku hanya ingin kau bekerja denganku. Menjadi pembantuku. Dan tenang saja kau akan ku gaji lebih kok," ucap Andrew enteng.
"Berapa kau sanggup membayar ku?"
tantang Karina. Sebenarnya Karina hanya asal bertanya.
"Berapa yang kau mau?"
"Dengar ya bila aku berjualan. Jika laris aku bisa dapat lima ratus ribu sehari dan jika tidak tiga ratus lah."
"Tiga puluh juta."
"Hah!"
Karina menganga saat Andrew menyebutkan nominalnya.
"Kenapa masih kurang?"
"Pekerjaan apa yang kau maksud dengan upah begitu besar. Pasti bukan pembantu biasa." ujar Karina tidak percaya.
"Hanya pekerjaan rumah tangga. lihat rumahku yang begitu besar ini tidak ada yang mengurus. Aku sibuk dan aku lelah bila memanggil layanan kebersihan seminggu sekali untuk membersihkan rumah, serta harus menggunakan jasa laundry untuk mencuci dan menyetrika pakaianku," kata Andrew panjang lebar yang hanya membuat Karina menganga.
"Kenapa harus aku? Kau bukannya bisa dapat pembantu di mana pun untuk menyelesaikan tugas rumah tanggamu?" sela Karina.
"Tidak ada yang cocok. Saat aku tinggal bersama Mamaku, pembantu kami lari setelah mencuri berlian mamaku belum lagi pembantu yang lain selalu merayuku dengan tingkah yang membuatku jijik." ujar Andrew semakin membuat Karina bingung dengan pemikirannya.
"Terus, kenapa harus aku? Apa kau tidak takut aku akan membawa lari uangmu? atau barang barang berharga mu?"
"Kenapa harus takut. Aku memiliki buku harian mu dan tertulis lengkap alamat mu dikampung. Jika kau lari aku akan menuntut keluargamu. Kau juga tidak mungkin merayuku, bukankah hatimu sudah tertutup untuk pria manapun di dunia ini? Hahaha, kau sudah takut dan tobat buat jatuh cinta makanya dandanan mu amburadul begitu."
Perkataan Andrew semakin membuat Karina kesal bukan kepalang. Namun, ia tidak bisa berbuat apa apa.
"Bagaimana kau setuju-kan bekerja denganku?"
"Kau memang menyebalkan."
Karina berpikir sejenak bagaimana bila pria bermulut pedas ini tidak main main dengan ucapannya. Ia membuat Viral tulisan tulisan kecil Karina di internet dan bila orang tuanya serta orang orang terdekatnya tahu apa yang harus dilakukannya belum lagi orang orang yang dulu pernah Karina sukai akan memandangnya sebagai gadis aneh, dan cintanya yang selalu bertepuk sebelah tangan akan ditertawakan banyak orang.
Andrew benar benar memberinya pilihan yang sulit.
"Baiklah. Aku tidak punya pilihan. Aku akan bekerja denganmu."
"Bagus kalau begitu. besok kau pindah ke sini."
"Aku hanya akan bekerja denganmu tidak tinggal di sini setelah pekerjaanku selesai aku akan pulang ke kontarakan ku," sela Karina.
Andrew tampak berpikir kemudian menyetujui nya.
"Baiklah kau boleh pulang setelah pekerjaanmu selesai." ujar Andrew senang Karena akhirnya Karina bersedia menjadi pembantunya.
"Mengenai upahku, Kau harus bayar dulu supaya aku tahu kalau kau tidak berbohong."
"Kau bekerja saja belum sudah minta upah. berikan nomor tulis di sini nomor rekening mu," kata Andrew memberikan gawainya ke Karina untuk menulis nomor Rekeningnya. Wanita itu mengambil gawai mahal keluaran terbaru Andrew.
Dia lalu menekan-nekan nomor di gawai itu dan menyerahkannya lagi ke Andrew.
Ide itu datang begitu saja. Bagaimana bila lelaki di depannya penipu. Bisa jadi, 'kan. Andrew hanya memanfaatkannya. Mungkin setelah itu ia akan mengusirnya dari rumah mewahnya, siapa tahu?
"Ini lihat sudah ku transfer semua gaji mu." kata Andrew dan Karina hanya menganga tidak percaya.
"Kenapa semua nya aku-kan hanya minta uang muka dulu siapa tahu kau membohongiku."
"Jangan panggil aku dengan sebutan KAU. Sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan Tuan Andrew. Mengerti!" ujar Andrew. Karina hanya menghela napasnya walau keberatan tetapi lelaki ini sekarang memang majikannya.
"Baiklah Tuan Andrew kapan saya bekerja?"
"Hari ini dan kau harus memasak makan malam buatku. Cepat aku sudah lapar!" perintah Andrew.
"Baiklah."
Karina terpaksa melakukan pekerjaan pertamanya sebagai pembantu rumah tangga Andrew. Sebenarnya ia kesal dengan Andrew yang telah memaksanya untuk bekerja dengannya. Namun, mau bagaimana lagi, ia tidak punya pilihan. Karina takut jika buku hariannya dibaca orang lain, apalagi satu Indonesia yang membaca betapa malu nya ia.
Ia terpaksa bekerja dengan Andrew walaupun ia tahu Andrew akan selalu menghinanya setiap saat. Dan kebebasannya akan terenggut karena pekerjaan pembantu sangat banyak. Namun, tak apalah ia sudah mendapatkan uang yang lumayan buat ia tabung untuk melanjutkan study S2 nya.
**
Karina sudah menyiapkan makan malam buat Andrew sebagai tugas pertamanya. Kini Andrew sudah duduk di kursi makannya dan siap untuk mencicipi masakan pembantu barunya.
"Tuan Andrew saya sudah setuju menjadi pembantu anda sekarang tolong kembalikan buku harian saya," ucap Karina ketika Andrew baru duduk di kursinya.
"Tidak bisa! buku mu akan terus bersamaku selama kamu menjadi pembantuku." gumam Andrew, Karina mengeram kesal membuat Andrew bahagia.
Wajah Karina sungguh kesal, Namun ia tidak bisa berbuat apapun. Ia dengan terpaksa setuju. Andrew yakin dalam hati Karina terus mengumpatnya karena ia tidak bisa berbuat apa apa.
Pemandangan yang menyenangkan. Andrew menyeringai hendak mengerjai Karina lagi. membuat Karina kesal tampaknya membuat Andrew bahagia. Mungkin ini hiburan untuk Andrew yang tidak akan ia dapatkan di tempat lain dan hobi baru menyaksikan kekesalan Karina dan ia tidak bisa berbuat apa apa serta hanya menurut.
"oh ya aku punya sesuatu untukmu."
Andrew lalu mengambil sebuah buku harian yang lain dan meletakkannya ke meja.
"Apa ini tuan Andrew?"
"Itu buku harian baru kau boleh menuliskan pengalaman barumu disitu."
Ucapan Andrew berhasil membuat Karina kembali mengeraskan rahangnya karena ia kesal. Namun, ia tidak dapat berbuat apa apa selain menurut. Andrew senang melihat tingkah konyol Karina.
Bersambung