Tiga Puluh Tujuh Setelah kondisi tubuhnya benar-benar pulih, Dira akhirnya diizinkan pulang. Dira tersenyum bahagia karena bisa melihat orang tuanya dan juga keponakannya. Dira kembali tersenyum hangat melihat keluarganya berkumpul, walaupun mama papanya sudah berpisah, tetapi mereka masih selalu menyempatkan diri untuk menemani anak-anak dan cucunya. "Makan dulu Dir, nanti minum vitaminnya," mama Dira menyodorkan semangkuk sup panas di hadapannya. Dengan semangat Dira segera meraih mangkuk dan menggesernya supaya lebih dekat, padahal hanya beberapa hari saja di rumah sakit, tetapi Dira sudah merasa kangen ingin segera mencicipi sup buatan sang mama. "Pelan-pelan makannya sayang, kalau kurang ini masih ada," Papa Dira menegurnya, karena melihat putrinya makan dengan rakus dan sangat

