Dua Puluh Lima Celin yang baru keluar dari salon setelah melakukan perawatan tubuh dan wajah tersenyum bahagia menatap jalanan Ibu Kota yang sangat ramai. "Show time" Baret di wajahnya sudah tersamarkan oleh make up, begitu juga memar-memar di tangannya, semua sudah ditutupi dengan sempurna. Tiga hari yang lalu Celin keluar dari tahanan Polisi, dia sempat murka karena ternyata Akhtar bukan hanya membebaskan dirinya, akan tetapi membebaskan adiknya juga, Luna. Namun amarah Celin masih bisa diredam karena saat itu mereka berada di kantor polisi. Dia berjanji di dalam hatinya untuk membalas semua perlakuan adik dan kekasihnya di lain waktu. Belajar dari pengalaman kemarin, dia memilih diam dan tidak melakukan kekerasan di hadapan petugas lagi. Celin pulang ke apartemennya dan mengobati

