Mulai Terbuka

1995 Kata

Nazeef tergeletak di lantai apartemen, bayangkan saja ia harus naik ke lantai delapan dengan menggunakan tangga. Ditambah lagi ada beberapa plastik di tangan kiri dan kanannya yang menambah beban. Ia tidak sanggup lagi untuk naik turun tangga, cukup sekali ini saja. Tidak jauh berbeda dengan Mala, ia juga terlihat lelah. "Mau tiap hari kayak gini?" tanya Nazeef berusaha mengatur nafasnya. Mala langsung menggeleng, ia juga tidak akan sanggup jika naik turun tangga setiap hari. Jika lantai satu atau dua maka tidak masalah, ia lantai tiga. Bisa-bisa tubuh Mala hanya tinggal tulangnya saja. "Ini rumah siapa Om?" Mala melihat-lihat dari sudut ke sudut, ruangan ini sangat mewah sekali. "Rumah orang," balas Nazeef tidak minat. Mala langsung duduk dengan sopan, tadi ia baringan di sofa tetapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN