Itu Kak hantunya," teriak Maiza saat layar televisi menunjukan sebuah penampakan yang menyeramkan. Maiza memegang lengan Mala dengan kuat. Ia berulang kali sembunyi pada tubuh Mala padahal bentuk tubuh mereka tidak jauh berbeda. Nazeef hanya melihat Maiza dengan raut wajah penuh permusuhan. Bagaimana mungkin sang adik berteriak begitu keras, bahkan membuat Nazeef berulang-ulang kali kaget. Ia sama sekali tidak takut dengan film horor yang ia takutkan malah teriakan sang adik yang menggema. Untung saja Nazeef tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Menit demi menit berlalu, Nazeef tidak fokus untuk menonton film karena teriakan dan kehebohan yang didominasi oleh sang adik. Mala juga beberapa kali mengeluarkan suara tetapi tidak seheboh adiknya. Ingatkan Nazeef untuk mengunci pintu saat i

