Waktu istirahat, Nazeef berlari ke arah sang istri. “Gimana permainan Mas?” Efek pesan email yang dikirim oleh Mika, Mala tidak konsentrasi untuk melihat sang suami. Di satu sisi Mala lega karena Mika sepertinya tidak akan mengganggu Nazeef lagi tetapi disisi lain ia juga merasa ada yang aneh. Bisa aja Mika menyusun rencana untuk bisa kembali bersama Nazeef. Tetapi Mala tidak boleh berpikir buruk. Ia dengan cepat beristigfar agar pikiran-pikiran buruk di dalam kepalanya bisa segera menghilang. “Bagus kok.” Nazeef tahu jika sang istri tidak terlalu memperhatikannya. “Kenapa?” Nazeef seakan tahu ada yang tidak beres sehingga dia bertanya. Mala memberikan ponsel sang suami. Nazeef mengerutkan keningnya tanda kebingungan. “Mbak Mika kirim pesan email.” “Nggak usah ditanggapi, anggap an

