Mama Anna memperhatikan wajah Mala dengan begitu intens. Bibir pucat, mata sembab serta bobot tubuh yang sudah berkurang drastis. "Aku merasa bersalah banget Mas karena nggak begitu peka dengan keadaan Mala." Mama Anna sangat-sangat merasa sedih. Seharusnya dia bisa lebih peka dengan keadaan Mala. Meskipun sama-sama terpuruk, tapi keadaan Mala jelas jauh berbeda dan sangat butuh perhatian. "Setidaknya Allah masih beri kita kesempatan untuk tidak mengulang hal yang sama lagi," balas Daddy Yusuf. Mala kembali membuka matanya, entah sudah berapa lama dia memejamkan mata. Hal yang pertama dia lakukan adalah bertanya dimana sang suami. Pikiran Mala tidak jauh-jauh dari Nazeef bahkan dia tidak memikirkan tentang kondisinya lagi. "Tunggu dokter bilang semua aman baru kamu bertemu Nazeef ya Na

