"Nggak bisa ditahan laparnya?" tanya Nazeef. Bisa saja si ia memesan makanan, tetapi ia sedang tidak ingin melakukannya. "Kalau bisa nggak mungkin mata saya masih terbuka lebar gini Om," balas Mala jujur. Sejak mereka saling terbuka, baik Mala maupun Nazeef lebih terlihat seperti teman pada umumnya. Sering berdebat hal yang tidak penting atau bahkan saling berebut untuk menonton televisi. "Cerewet amat," ujar Nazeef. Ia kemudian beranjak dari ruang dapur meninggalkan Mala sendiri. Mala menghela nafas panjang sambil mengelus perutnya. Terpaksa malam ini Mala harus banyak minum air. Ia mengambil gelas panjang dan mengisi air sampai penuh. Setelah itu, Mala mematikan lampu dapur dan ruang keluarga. Saatnya ia masuk kamar dan membujuk anak-anaknya untuk mau diam agar dirinya bisa m

