Pukul setengah enam pagi, Nazeef sudah sibuk dengan segala perlengkapan sang istri. Nazeef seakan-akan tidak repot sama sekali untuk melakukan hal ini. Padahal Mala sudah mempersiapkan segalanya. Sebelum tidur ia juga sudah memastikan sekali lagi bahwa tidak ada yang tertinggal. Topi dan name tag yang terbuat dari kertas karton sudah jadi, Nazeef yang menawarkan diri untuk membuatnya. Awalnya Mala ingin membuatnya sendiri, tetapi hasilnya malah tidak terlalu bagus. "Semua udah dimasukin ke dalam tas?" tanya Nazeef sekali lagi. "Udah udah kok Mas, sarapan dulu sini." Mala memang sudah terbiasa menyiapkan sarapan pagi. Hal ini bukan sebuah kegiatan yang melelahkan karena ia senang melakukannya. Nazeef sudah menawarkan untuk memiliki seseorang yang dapat membantu Mala dalam membersihkan ap

