Pertemuan

2679 Kata

Vanya memasak nasi goreng untuk sarapan. Dia masih tidak percaya dia tidur senyenyak itu dalam pelukan Dev. Hal ini menjawab pertanyaannya. Kenapa Vanya tidak bisa tidur saat dia tidur di kamar tamu sendirian malam yang lalu. Dia membutuhkan Dev. Setelah menata makanan di meja makan, Dev turun. Dia sedang membenahi dasinya. Wajahnya terlihat segar sehabis mandi.  Vanya menelan salivanya gugup. Dev duduk di tempat biasa dan Vanya di sebelahnya. Vanya mengambilkan nasi goreng untuk Dev dan untuk dirinya sendiri. Mereka makan dalam hening. Hingga sebuah alunan lagu spectum versi acoustic terdengar. Vanya mengambil ponselnya dan mengernyit melihat deretan nomor yang tidak dia kenal. Vanya menoleh ke arah Dev meminta ijin. Dev hanya balas menatapnya dan kembali makan. Vanya menghela nafas le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN