"Mama!" Salwa menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Gina. Melepas rindu pada wanita yang sudah tak lagi muda itu. Tangisnya tidak bisa dibendung menahan sesak di d**a. "Salwa kangen sama Mama!" "Mama juga kangen sama kamu, Sayang." Gina mengusap-usap punggung putrinya. Sadar kalau Salwa sedang menangis, lalu Gina melepas pelukan itu. "Astagfirullah, kamu kenapa nangis, Sayang?" Gina menangkup kedua pipi Salwa. Melihat kekhawatiran yang terpancar dari wajah Gina. Membuat Salwa memilih untuk menyembunyikan permasalahan yang sedang terjadi dalam rumah tangganya dengan Myco. Dan kalaupun nanti Salwa menceritakan semuanya, sudah tentu dia yang disalahkan. Karena bagaimapun juga dalam melayani suami memang kewajiban seorang istri. "Salwa, Sayang. Ada apa, hm?" Gina kembali bertanya. Ta

