"Terima kasih, Sayang." Dela tersenyum mengambil alih gelas minum yang semula di tangan Nando, lalu meletakkan nya di atas meja samping ranjang. "Ada lagi yang mau aku ambilkan?" Dela bertanya. "Nggak ada, Sayang." Nando menjawab. Nando bingung harus memulai darimana untuk menceritakan kebohongan nya selama ini dari Dela. Tapi, bagaimana pun caranya ia harus jujur dan kebohongan ini tidak boleh lagi ia tutupi. "Anak-anak sama siapa di apartemen?" tanya Nando, basa-basi. "Ada Mama, Mas. Tenang aja, jangan pikirkan anak-anak dulu, yang terpenting sekarang adalah kesehatan kamu, Mas." Nando mengangguk-anggukan kepala pelan. Istri nya baru saja melahirkan anak kedua dari pernikahan mereka, hari dimana saat Nando meminta uang kiriman lagi pada Salwa, yang mengatakan kalau adik nya h

