Untuk kesekian kalinya Leo menghela napas panjang. Entah sudah berapa gelas minuman berakholol yang Myco habiskan. "Myc, cukup. Lo udah minum banyak," ujar Leo memperingati. Myco yang mulai merasakan pening di kepala pun hanya bisa diam saat Leo mengambil paksa gelas di tangannya. Pandangan laki-laki itu menjadi buram. "Lo kenapa sih, Myc? Kan gue udah bilang, selesain masalah lo sama bini lo. Bukan malah ke sini. Terus apa gunanya lo jemput Salwa di rumah orang tuanya, kalau ujung-ujung nya lo ninggalin dia sendiri di rumah. Bukan masalah selesai, jadinya malah nambah," ujar Leo. "Lo nggak ngerasain jadi gue. Bahkan setelah gue kasih tahu kebohongan pacar gelapnya itu, si Salwa masih belum juga percaya. Malah gue yang di tuduh nggak-nggak sama dia," jawab Myco sambil memijit pelip

