"Kamu jangan mencoba untuk memfitnah orang lain atas kesalahan yang kamu perbuat, Nando. Aku yakin, itu hanya akal-akalan kamu aja kan? Setelah aku mengetahui kebohongan kamu selama ini, kamu sengaja melakukan itu agar aku merasa berhutang budi dan kamu bisa kembali memoroti uang ku. Iya, kan?" Salwa menatap sengit pada laki-laki yang terbaring di lemah di atas ranjang rumah sakit. Nando menggelengkan kepala, menatap sendu pada Salwa. "Bukan aku, Sal. Aku berani sumpah. Kalau pun kamu meminta ku untuk mencium kaki kamu pun aku siap. Tolong percayalah, aku nggak mungkin melalukan itu sama kamu." Salwa mendengus. Mengusap jejak air mata di pipi seraya memalingkan wajah dari Nando. "Mengenai kebohongan ku selama ini sama kamu, aku minta maaf sebesar-besar nya. Aku tahu, mungkin maaf ini

