•Tampak Ragu•

1249 Kata

"Perlahan. Perasaan ragu itu menyusup menembus relung hati terdalam." -Xavira Naraya Rahadi- ---------- "Enak," komentarnya pada sepotong kue bolu yang Angelina keluarkan dari paper bag-nya. Kue bolu itu dilapisi cokelat caramel lalu di atasnya ada sedikit taburan keju parut. Kesukaan Xavira. Cokelat dan keju dalam satu kesatuan. "Ini kamu buat sendiri?" Rasanya... sama seperti mengingat masa lalu. Semakin Xavira telan kunyahan dari kue bolu itu, ia tidak bisa menampik ada sesuatu yang tengah mengoyak hatinya. Membuat Xavira terlempar pada masa silam. "Iya, dong." Angelina menawarkan lagi kue bolu itu. "Dimakan semuanya, Kak. Jangan sungkan." Dan ini aneh. Xavira harus menanyakannya dan memastikannya. "Angelin," Xavira berdeham sejenak sebelum mulai bertanya. "Kamu tahu dari mana r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN