“Selamat pagi, Romeo.” Romeo dikejutkan dengan sosok gadis cantik yang sedang menata sarapan di meja. Dengan senyum berbunga-bunga, Juliet menyambut kedatangan Romeo dari lantai dua. “Kau akan pergi kerja hari ini?” tanya Juliet. Ia berjalan menuju Romeo untuk merapikan dasi lelaki beriris mata biru itu. Bau harum parfum mahal yang biasa Juliet cium menguar dari tubuh Romeo yang sudah rapi dengan setelan jas kerjanya. “Kenapa kau yang menata sarapan? Bukankah kau perlu istirahat? Tadi malam kau ping—“ “Ssst,” Juliet membungkam mulut Romeo dengan jari telunjuknya yang lentik. “Kau tampan hari ini,” bisik Juliet dengan tatapan menggoda. Romeo membalasnya dengan senyuman nakal. Baru saja Romeo mendaratkan dua tangannya ke boko*g Juliet supaya jarak di antara mereka terkikis habis, sebuah

