40. Keputusan

2072 Kata

Sudah dua bulan lamanya Romeo hidup seorang diri. Dan selama itu pula ia merasa ada yang hilang. Setiap bangun di pagi hari, Romeo selalu meraba samping, berharap ada sosok wanita dengan wangi shampoo khas yang Romeo suka ada di sana. Ketika mata hazel itu menatapnya sayu sebab baru bangun tidur, rambut pirang yang ia buat berantakan dan bibir yang selalu bengkak karena ulahnya. Romeo merindukan Airish. “Hentikan! Kenapa kau terus memikirkannya ketika ia lebih memilih pria lain?” rutuk Romeo kesal pada diri sendiri. Pria itu menghela napas panjang, menyesap wine merahnya sambil menatap keluar jendela. “Ini masih pagi dan kau sudah mencoba untuk mabuk?” Nathan tiba-tiba muncul di kamar Romeo. Dokter pribadi keluarganya itu memaksa menginap di rumah Romeo karena suatu masalah di keluar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN