"Apa yang kau lakukan di sini?" Airish memutar bola matanya dengan malas. Ia yang sudah merebahkan diri dengan santai di atas kasur langsung beringsut duduk menatap Romeo. Pria itu baru keluar dari kamar mandi. Sebuah handuk melilit sempurna di pinggangnya sementara handuk yang lain melingkar di lehernya. Romeo menggunakannya untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Sebenarnya Airish sempat terpaku melihat d**a bidang dan perut kotak-kotak berjumlah 4 milik Romeo. Ingin rasanya ia meraba sekarang juga, terlebih mengingat betapa segar aroma wangi yang tercium darinya. Tapi Airish sedikit gengsi. Dan masalah yang lain adalah ia tidak ingin diusir jika berkelakuan seperti itu. Airish tau Romeo tidak akan suka. "Kau tidak lihat aku akan tidur? Dan apakah kau tidak memiliki pertanyaan lain

