“Jadi kalian akan pindah malam ini juga?” tanya Zafran kepada Naina. Naina mengangguk. ”Iya, Pa. Maafkan aku! Bukan maksud aku membawa Lay pergi dari sini, hanya saja ....” Naina menghentikan kalimatnya. Menatap Zafran dengar rasa bersalah lantaran membawa pergi anak satu-satunya di keluarga Herdiandra itu di saat sang mama mertua hamil muda. Zafran menggelengkan kepala. “Tidak apa, Naina. Setelah papa pikirkan matang-matang, ada baiknya kalian tinggal di apartemen juga, di satu tempat yang hanya kalian berdua di dalamnya. Biar mandiri dan Lay punya tanggung jawab untuk istrinya, untuk kamu.” Naina tersenyum manis pada papa mertuanya itu. Sangat pengertian. Itu artinya ia sangat dihargai dan disayangi dalam keluarga Lay. “Terima kasih, Pa.” Sedangkan Lay. Bocah itu terlalu sibuk de

