Bab. 14. Lebih Berani.

1423 Kata

Adiva langsung memberontak, karena dia benar-benar tidak bisa bernafas. Setelah lepas dari cekikan Farraz, dia mengambil nafas sebanyak mungkin. Dia sudah membuktikan, betapa berbahayanya Farraz Ekawira. Salah sedikit saja, dia akan mati tanpa adanya keadailan. "Ya, semua orang mengira aku dan Kalvian adalah pasangan yang romantis. Nyatanya, semua hanya ilusi," ucap Adiva sambil mengambil tisu dan menyeka beberapa tempat di mana ada luka tersembunyi. Raut marah yang terlihat di wajah Farraz berubah menjadi kaget. Saat dia melihat luka yang begitu banyak di beberapa bagian tubuhnya. "Kau sudah lihat kan penampilanku yang sesungguhnya?" Adiva enggan menatap bosnya. Sedangkan Farraz masih berdiri diam dengan tatapan sulit dijelaskan. Kemudian Adiva menceritakan kisahnya sebelum mengenal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN