Bab. 33. Ternyata Orang Yang Sama.

1495 Kata

"Menurut Pak Farraz, kapan kita pertama kali bertemu?" tanya Adiva dengan memeluk erat pinggang lelaki berwajah tampan itu. "Enam tahun lalu, apakah kau pernah datang ke Paviliun Cempaka?" tanya Farraz menatap wajah Adiva. Adiva menundukkan wajahnya, dia tidak bisa menatap lama ke arah dua mata elang Farraz. Dia masih takut identitas aslinya terbongkar sebelum dia mengalahkan Maula. Meski cinta dan kasih sayang bosnya itu sudah nyata untuknya. Namun, Adiva masih belum siap jika semua harus terbongkar sekarang. Pada akhirnya, dia hanya menggeleng, dengan tatapan was-was ke arah wajah tampan Farraz. "Tidak, aku tidak pernah ke sana. Ada apa di sana?" Farraz melepaskan kedua tangannya yang bertengger di pipi Adiva. Lelaki itu menunduk, dengan tatapan hampa dan pikiran menerawang ke keja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN