31. Rencana.

1490 Kata

“Ada apa, Nona?” Adiva langsung bertanya ke inti masalah. Meski dia sudah tahu, apa yang akan dibicarakan oleh wanita itu. “Lusa, jam sepuluh malam, datanglah ke rumah!” titah Maula. Senyum tipis dengan tatapan penuh kebencian tersirat di wajah Adiva. “Baiklah, Nona. Tapi, anda paham kan, kalau suamimu tidak suka di dekati wanita?” Adiva mencoba memancing strategi agar Maula tidak menggagalkan rencana yang sudah di susun. “Kau tenang saja, soal Farraz, dia akan menjadi urusanku!” Maula menjawab dengan nada tenang. “Baiklah, aku akan sampai di rumahmu, tepat jam sepuluh malam,” ucap Adiva. “Kau harus bisa memanfaatkan waktu ini dengan baik, Adiva. Aku tidak ingin gagal. Jika dalam sebulan kamu bisa hamil, aku akan menepati janjiku,” jawab Maula. “Jangan terlalu berharap padaku, Nona

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN