"Tidak, semua hanya ada dalam pikiranku saja. Adiva tidak mungkin mengkhianati kepercayaanku." Maula menghela nafas panjang, sebelum akhirnya melanjutkan langkah menuju kantin. Nando yang melihat situasi itu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Mereka yang menjalani cinta rumit ini, aku yang was-was," gumam Nando. Sampai di kantin, Adiva makan siang bersama teman yang lain. Seperti biasa bercerita banyak hal. Hingga terdengar tawa yang begitu menggema. Maula menatap ke arah Adiva duduk. Begitu juga dengan Farraz. Lelaki itu sangat menganggumi sikap Adiva yang tetap terlihat tenang, meski keadaannya sedang tidak baik. Bahkan dia ikut menikmati cerita bersama rekannya. Mampu menutup semua rasa kesal atau entah kemarahan di dalam hatinya. Sepanjang waktu makan siang, fokus

