Penjaga itu membantu membukakan pintu untuknya dengan hati hati. Seketika mata orang orang yang ikut serta dalam acara itu memperhatikan nya. Tunggu apa ini? Kenapa begini? Ini bukan seperti yang Clara harapkan. Beberapa tamu undangan yang menyoroti matanya pada dirinya yang baru saja memasuki ruangan. Bahkan ia melihat David yang sudah rapih dengan tuxedo hitamnya kemeja putih dan rambut yang telah disisir rapih benar benar sudah siap menikah hanya tinggal menunggu dirinya saja. Terlihat ayahnya yang sudah menunggunya di dekat pintu itu. Tunggu, ayahnya? Bagaimana bisa ayahnya mengetahui ini David memang memiliki pemikiran yang sangat gila hingga ayahnya pun ia bawa bawa. Bukankah David sudah berjanji untuk tidak membawa ayahnya dalam kontrak itu. Clara melangkahkan kakinya menuju pos

