Bab 24 Keputusan Bulat Nadine Sebelum memulai berkata-kata ke inti masalah berikutnya, Nadine kembali berpikir, bawa apa yang akan dia lakukan ini adalah sebuah keputusan yang kuat dan tidak bisa lagi untuk diganggu gugat. "Pak, saya ingin kembali meminta pertolongan dari Bapak." Ucap Nadine. "Ya, mudah-mudahan saya bisa membantu, pertolongan seperti apa yang mbak Nadine butuhkan?" Nadine berpikir untuk beberapa saat. Kepalanya sedikit merunduk dengan jari-jemari yang saling menggenggam, ia menghembuskan helaan nafas kasar. "Pak Richardo, saya mohon Bapak bersedia untuk mengurus perceraian saya dan Arza." Kata-kata tersebut terucap lantang tanpa adanya keraguan. Walaupun di hati perempuan itu terbersit rasa nyeri karena telah mengambil keputusan itu. Namun apa daya, Arza yang m

