Gedung perusahaan itu terlihat sangat gagah di mata Bagas. Sejak turun dari mobil hingga sampai di sana, otaknya penuh dengan kemarahan dan kekesalan. Ia sudah menunggu hasil forensik itu dan masih berharap bahwa rangka mayat itu bukan Alya atau Putri. Ia tak akan percaya meski anaknya sendiri yang bilang kalau kekasihnya dan sahabat kekasihnya itu telah mati di tangan empat sahabatnya, dan sebelum matipun ia telah menerima pelecehan dari ke empat sahabatnya. Bagas masih ingat dengan sangat-sangat jelas bagaimana dia seperti orang gila setelah kehilangan Alya. Mencari Alya hampir di seluruh penjuru Jakarta, ke seluruh tempat hingga gang-gang yang terkenal tabu untuk dimasuki, dan pencariannya itu berlangsung sangat lama hampir tiga bulan yang membuat tubuhnya kurus kering. Ke empat sahaba

