Ayo Ma ... " kata Alya pelan. Larita menoleh ke arah Alya dan memandang wajah gadisnya itu dengan pandangan yang tak bisa dikatakan. Lalu ia memandang ke sekolahnya dan akhirnya berjalan pelan masuk ke dalam sekolahnya diikuti oleh Bagas, Sinta dan dokter muda beserta salah satu staaf kepolisian divisi detektif. Perlahan Larita mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya yang penuh siswa, sebagian besar dari mereka menatapnya dan mengagumi kecantikannya yang khas sekali jawa. Dalam pandangan Larita setiap sudut di sekolahnya ada bayangan Alya dan Putri. Mereka tertawa bersama dan Larita ikut nimbrung di dalam sama. Mata Larita memerah. Dadanya dipenuhi oleh penyesalan yang tiada habisnya malam itu. Larita sangat ingat bagaimana ia bersembunyi dari Rani dan ke empat kawan Bagas lainnya d

