62. Usaha Gendhis Mengembalikan Endra Pulang

1775 Kata

"Enggak, Dhis! Aku keluar dari rumah bukan karena kamu. Tapi karena ingin fokus ngambil jalanku sendiri. Ini yang kumau. Ini jalan yang kumau," tolak Endra. Kepalanya menggeleng pelan sembari mengaduk kopi moka dalam gelas. "Dengar, Dra. Setiap orang tua, suka tak suka, mau tak mau, mereka akan selalu menginginkan anak-anak mereka di sampingnya. Kamu sendiri yang pernah cerita bahwa kakakmu mudah meledak-ledak, serupa dengan ibu. Lalu, kenapa kamu tak memikirkan perasaan ibumu? Ibu pasti merindukanmu, Dra. Terlepas dari jalan yang kamu pilih, kamu tetap bisa berjalan di sana. Bersama keluargamu." Sayangnya, Ganendra enggan menggubris ucapan Gendhis. Ia berdecak, lantas menghela napas panjang. "Aku menemukan banyak fakta mencengangkan, Dhis," pungkas Ganendra. Disandarkannya bahu pada san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN