66. Yang Ditemukan Ganendra

2001 Kata

Hari sudah hampir pagi saat Endra telah kembali pulang ke rumah. Tak ada yang menyambutnya untuk sekadar membukakan pintu pagar. Namun, saat ia hendak masuk rumah, ia dicekal. Lehernya dicekik dan didorong bersamaan hingga tubuhnya membentur dinding samping rumah dengan keras. Ia terbatuk, banyak darah muncrat dari mulutnya. "A-apa yang kamu lakukan, Kak?" Alih-alih iba dan merasa bersalah, Abi malah memelototi Endra. Rahangnya mengetat, matanya memerah sarat akan kemarahan. "Dengar, Endra! Kamu melangkahiku sebagai kakak. Kamu lancang memberikan bukti yang harusnya aku juga tahu pada orang asing! Kenapa?! Kenapa?!" Ganendra mengernyit. Dikerucutkannya bibir sembari mendesis. "Kak, kita bisa bicara baik-baik. Jangan begini. Kita tak akan menemukan apa pun jika begini caranya. Berpikirlah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN