Sabrina merebahkan tubuh lelahnya di ranjang, dia masih membungkus rambut yang basah dengan handuk kecil putih. Sepulang kerja yang sangat menyebalkan di hari ini, Sabrina langsung mandi supaya tubuh dan pikirannya lebih segar sedikit. Iseng, dibukanya layar handphone. Barangkali ada pesan dari Yudhistira. Yahh setidaknya bisa menghibur sedikit di penghujung hari. Namun ternyata—tidak ada. “Huft! Lagi ngapain sih Mas Yudhis? Memangnya dia belum sampai rumah?” Gusar. Sabrina merubah posisi menjadi miring, memeluk guling. Ting. Ada notifikasi email masuk. Bersamaan dengan notifikasi telegram. Keningnya mengernyit. Namun detik kemudian, Sabrina langsung duduk tegak di atas ranjang. “Undangan reuni?” desisnya dengan sorot mata berbinar. Bagaikan meneguk segelas air di tengah Gurun Sahara,

