Sabrina turun dari taksi biru, tepat di depan gerbang pagar rumah Yudhis. Senyumnya merekah. Dilihatnya sendiri penampilannya sekali lagi. Memutar sedikit tubuh rampingnya yang berbalut wrap dress warna gading lembut dengan motif polkadot kecil-kecil. Itu adalah gaun pemberian Yudhis, ditambah lagi dengan sejumlah uang untuk ongkos taksi dan juga untuk ke salon. Ya, Sabrina memaksa harus dirias di salon sebelum ke acara makan malam ini. Wajahnya dirias begitu cantik. Juga rambut sebahu yang diwarna coklat terang dan agak diberi gelombang pada ujung-ujung rambutnya. Sabrina membunyikan bel di balik tembok tiang pagar. Menunggu beberapa saat, sampai kemudian seseorang membukakan gerbang pagar. “Mas Yudhis!” Sabrina sontak memeluk Yudhis dengan begitu erat. Tapi segera Yudhistira mengurai

