Episode 36

1792 Kata

Jam di tangan menunjukan pukul 07:05. Jelas saja gerbang telah ditutup. Sambil terus melirik kanan-kiri, aku berusaha membuka gerbang tersebut.   “Percuma, gak akan bisa kebuka.” ujar laki-laki itu. Aku mengambil ponsel di dalam kantung seragam, mencoba untuk menghubungi Gaby, Feli atau pun Surya. Namun ketiganya tidak ada yang menjawab, karena pada jam-jam seperti ini pelajaran sudah mulai berlangsung.   “Mending lo ikut gue aja.” Ditariknya tanganku oleh anak laki-laki itu.   “E-eh apaan sih pegang-pegang, lepasin gak?!”   “Udah jangan berisik, lo mau masuk ke kelas gak?” Ia terus membawaku, hingga akhirnya langkahnya terhenti di lahan kosong belakang sekolah.   “Cepet naik.” perintahnya.   “Naik? Lo kira gue maling bisa manjat tembok dengan gampangnya.”   “Itu temboknya gak ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN