Selesai menyantap sarapan masing-masing di atas meja makan, kami pun mulai bergegas berangkat ke sekolah. “Alena, hari ini kamu berangkat sekolah naik motor bareng Kakak, ya?” pinta Kak Gibran ketika ia melihatku baru saja keluar dan hendak pergi menuju mobil. “Loh? Ada apa, Kak? Tumben?” “Gak ada apa-apa. Kakak lagi bosen aja naik motor sendirian. Kamu mau, kan? Nanti kita mampir ke Mini Market deh, Kakak beliin cokelat buat Alena.” “Waaah? Beneran, Kak?” “Beneran, dong. Sejak kapan coba Kakak bohongin Alena?” “Oke deh, kalo gitu Alena mau berangkat bareng Kakak. Tapi, tunggu sebentar ya Kak? Alena kasih tau Papa dulu.” Aku pun kembali masuk ke dalam, menghampiri Papa yang tengah sibuk memakai sepatunya. “Pa? Alena berangkat ke sekolah bareng Kak Gibran, ya?” “Ya

