Surya melirik ke arah jam di tangannya. “Udah jam 15:00, ayo balik. Lo masih betah di sini?” “Enggak. Yuk, pasti Kak Arshad juga udah sampe di rumah.” Kami pun kembali bejalan menuju sepeda untuk pulang ke rumah. Dan benar saja, sepeda yang kami taiki berpapasan dengan sepeda motor Kak Arshad yang juga baru sampai di depan rumah. “Wih, pada abis dari mana nih?” tanya Kak Arshad setelah membuka kaca helmnya. “Taman. Nunggu Kakak pulang lama banget, bosen. Jadinya kita jalan-jalan dulu.” sahutku. “Haha, ya kan kalian juga enak jadinya bisa main-main dulu. Ayo cepet masuk.” Setelah kami berhasil masuk, motor Kak Gibran pun mulai terdengar dan akhirnya ikut masuk ke dalam. “Eh, ada Surya. Mau duel bola lagi nih?” “Iya ayo, Kak. Ikutan gak, nih?” “Jelas ikut dong.” jaw

