Pekik antusias Beatrice memenuhi rumah Mahesa malam itu. Rumah yang beberapa hari ini tampak tidak berpenghuni karena pemiliknya baru saja pulang dari Yogyakarta untuk memantau store Jenar Jewelry di sana. Pulang-pulang, Mahesa membawa banyak sekali mainan tradisional yang sengaja ia borong untuk cucu kesayangannya. Bea asyik dengan peluit burungnya saat baru saja kegirangan melihat Mahesa berhasil memainkan gangsing yang berbunyi nyaring. Belum lagi Sastra juga telah membawa baskom berisi air lalu tiga orang berbeda usia itu duduk mengelilingi kapal-kapal kecil warna-warni. Melinda sempat protes melihat berbagai macam mainan yang dibeli oleh Mahesa tetapi opa-opa itu berkilah bahwa sudah saatnya ia bebas membelikan mainan untuk Bea. Di usianya yang sekarang banyak mainan yang sudah aman

