Widuri. Dia duduk menyilangkan kakinya begitu anggun. Rok yang dia gunakan sexy sekali begitu pula dengan pakaiyannya seolah dia sengaja mencuri perhatian semua orang. Kukunya panjang berwarna merah menyala senada dengan lipstiknya. Dia mengenakan mascara yang runcing seperti kucing. Antingnya besar-besar. Seperti lingkaran sirkus lumba-lumba. Dia tersenyum, seperti ibunya. Mengerikan “Apa kabar kakak iparku ?” deretan giginya putih dan taringnya sangat runcing. Ini bukan dirinya. Widuri yang terpanggang di perapian kala itu tidak terlihat seperti ini. Dia berada di tubuh orang lain “Nampaknya kakakku sangat menyayangimu” Dalilah masih terdiam. Dia merasa di bawah tekanan. Mungkin karena katakutan yang dia rasakan. Dia tidak pernah bertemu orang dari masa lalu Bandawa “Bandawa tidakla

