Maika memejamkan matanya. Rasanya dia sudah tidak sanggup ketika rasa mulas itu semakin mendorongnya untuk mengejan. Namun Dokter Rika meminta Maika untuk tidak mengejan karena belum saatnya. Rafan yang disebelah kirinya, juga Mamanya Maika yang ada di sebelah kanan Maika terus menyemangati Maika sambil membaca doa. “Jangan dulu mengejan, ya, Mai. Ini masih pembukaan 8,” sayup-sayup Maika mendengar perkataan dokter Rika. Dia tidak menjawab apapun, hanya deru napasnya yang tedengar. Rafan membisikkan doa ke telinga Maika. Tangan Maika meremas kuat telapak tangan Rafan ketika kontraksinya kembali muncul. Sebisa mungkin Maika menahan diri untuk tidak mengejan. Air matanya mengalir, beginikah perjuangan Mamanya saat melahirkan dia dulu? “Ma, maafin, Mai,” kata Maika lirih. Nala menghapus ai

