Baikan

1438 Kata

Rafan memakan makanannya dengan tidak semangat. Dia dan Papanya baru selesai shalat tarawih di masjid depan rumah sakit. Papanya mengajak dia membeli pecel lele. Jadilah dia dan Papanya makan di sini. Saat berbuka tadi dia hanya sempat makan kurma dan roti. “Kalian lagi marahan?” tebak Papanya. Rafan mengangguk lesu. “Pantes muka kamu kusut gini.” Raeden tertawa pelan. “Makannya abisin. Buat ngerayu istrimu butuh tenaga,”sambung Papanya. Sambil menghabikan nasinya. Rafan mengecek ponselnya. Dia terkejut saat mendapati foto profil WA Maika yang tadinya bergambar tangan Maika dan Rafan saat sedang memegang daun mapel berganti dengan foto profil yang kosong. Kok serem ya kalau Maika yang marah? Kayak ada yang sesak. Biasanya selalu ada rentetan notif dari Maika. Sekarang jadi sepi. “Pa,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN