“Bahkan hingga ujung napas ini berhembus, aku berharap yang di samping aku itu kamu.” *** Maika mengecup punggung tangan Rafan yang baru pulang kerja. Perempuan itu langsung memeluk Rafan. Hendak mengadukan tingkah pangeran kecil mereka yang merobek tugas kelas tahsinnya. Sebenarnya salah Maika juga sih karena sudah meinggalkan Zayn ke dapur untuk minum karena tenggorokannya terasa amat kering. “Kenapa?” tanya Rafan. Laki-laki itu memijat tangan Maika yang begitu kecil jika dibandingkan dengan tangannya. “Hiks, tadi tugas tahsin aku dirobek Zayn.” Roboh sudah pertahanan yang sudah Maika bangun. Sedari siang dia memang sudah menahannya. Sebab tidak mungkin juga dia memarahi Zayn yang tidak tahu apa-apa. Rafan mengelus rambut Maika yang terurai. “Tugasnya dikumpul kapan?” tanya Rafan.

