Hingga pukul 1 malam Maika masih belum tidur. Zayn yang tiba-tiba rewel membuatnya tidak bisa tidur tenang. Rafan pun tidak keluar-keluar dari ruang kerjanya. “Zayn kenapa, Nak? Ada yang sakit?” tanya Maika khawatir. Zayn terus menangis. Hingga Maika tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis. Dia membenarkan letak menggendong Zayn. Tubuhnya sudah sangat lelah. Kepalanya pun pusing. Untuk sekedar memanggil Rafan dia tidak kuat. Kenapa semuanya seperti ini? Kenapa dia tidak becus melakukan sesuatu dengan benar? Kenapa dia memiliki mental yang begitu lemah? “Nak, jangan rewel, ya? Udah malam, Zayn harus bobo.” Maika mendekap Zayn. Menepuk-nepuk punggung bayi mungil itu. Dia harus meminta pertolongan siapa? Dia tidak mau kalau orang tuanya, maupun orang tua Rafan mengetahui kalau dia

