Trimester Ketiga

1432 Kata

“Mama gak apa-apa sendiri di rumah?” Nala tersenyum mendengar pertanyaan Maika. “Gak apa-apa, Nak. Kalian kalau mau berangkat. Silakan aja, Mama ‘kan harus jalanin masa iddah. Lagian Mama gak sendirian, Zahira sama Mama. Ada Nini sama Kakek kamu juga,” jelas Nala. Maika menatap Mamanya dengan lekat. Gadis itu memeluk mamanya dengan erat. Dia tidak mau kehilangan mamanya. “Mai sayang Mama.” Nala melepas pelukannya. Wanita paruh baya itu mengecup kening putrinya. “Mama juga sayang anak mama ini. Udah, jangan sedih lagi. Kamu ‘kan mau liat dedek, masa iya sedih gitu.” Nala menghapus air mata yang mengalir di wajah Maika. “Mama mau titip apa?” “Gak ada. Titip kalian pulang baik-baik aja. Gak ada yang kurang satu pun, itu udah cukup buat Mama. Oh iya, sama jangan terlalu manjain Jihan.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN