Mahesa menegakkan badannya, siap menerima Dinda yang mungkin akan minta untuk diantarkan pulang hari ini. Tak masalah, toh arah mereka pulang itu satu arah, jadi sungguh tak masalah bagi Mahesa untuk barengi Dinda. Benar-benar tak masalah. "Turun," pinta Dinda pada Mahesa saat gadis itu sudah berdiri di depan motor Mahesa. Mahesa sampai menatap Dinda dengan penuh tanya, kenapa juga Dinda memintanya untuk turun? Tapi ia tetap menuruti permintaan gadis itu. "Ayo ikut gue," kata Dinda pada Mahesa. "Ke mana?" tanya Mahesa bingung. "Ntar lo juga tahu," jawah Dinda seraya melangkah meninggalkan Mahesa yang mengekor di belakangnya dengan tatapan bingung itu. Saat mereka melewati Raditya, Mahesa melemparkan senyum kemenangan meski sedikit. Radit yang melihat hal itu rasanya mau muntah s

