Shazia duduk bersandar di kepala tempat tidur, sekarang dia sudah lebih sehat setelah di rawat selama tiga hari di rumah sakit. Pendarahannya sudah berhenti total dan dia juga sudah tidak mengalami keram lagi. “Makanannya datang.” Azril masuk membawa masuk dua tempat makan di kedua tangannya. Di belakang ada Rion dan David ikut masuk membawa kantong pelastik yang mungkin berisi makanan. Shazia sejak tadi sudah bersama Azril, suaminay itu pergi sebentar untuk mengambil makanan dan tiba-tiba saja datang bersama sekretaris serta atasannya. “Ah, tempat ini lebih enak untuk makan siang.” Shazia menoleh ketika mendengar suara Rion, sekretaris sekaligus sahabat suaminya. Matanya melebar ketiga kedua pria itu membuka bungkusan kantong pelastik berisi makanan lezat. Dia mendongak melihat berba

