Shazia sedang menunggu Azril di dalam mobil, sore ini mereka sudah diijinkan pergi oleh Elina. Sejak kemarin, dia sangat jarang bertemu dengan Azril karena selalu ada yang ditugaskan untuk Azril. Dia bahkan tidak tahu Azril tidur dimana, mereka hanya bertemu saat makan malam dan Shazia melihat wajah cemberut Azril. Malam tadi dia juga bertemu dengan Robert yang sifatnya hampir sama dengan Ayah Azril. “Pantas Azril juga dingin seperti itu, sepertinya memang keturunan.” Gumam Shazia sembari memandang sekitar. Tidak lama kemudian, Azril datang dan langsung masuk ke dalam mobil. Sekarang mereka akan pergi ke tempat wisata lain di London. Azril menggenggam tangan Shazia lembut lalu memandangnya penuh senyum. “Kenapa deh? Kamu aneh banget.” Tanya Shazia. Azril melirik Shazia lalu tertawa p

