MLD 29 - Lea

2151 Kata

Azril mencium puncak kepala Shazia sebelum keluar dari kamar dan membiarkan istrinya istirahat. Dia memastikan istrinya sudah terlelap lalu menaikkan selimut dan pergi dengan hati-hati. Dia mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan kakeknya. Azril masuk dan berdiri di hadapannya dengan posisi sopan. “Duduklah, ini akan sedikit lama.” Azril patuh dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Dia diam sembari mengamati ruang kerja kakeknya yang sama sekali tidak berubah sejak dia pertama kali masuk ke ruangan ini. Suasananya nyaman dan sangat klasik. “Sekarang karena kamu mengambil alih sementara perusahaan di Singapura, kakek ingin kamu melakukan kerjasama dengan tiga perusahaan ini. Mereka akan menguntungkan beberapa tahun kedepan.” Azril menerima sebuah map berisi beberapa lembar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN